Selasa, 14 Desember 2021

Cerita Kelas VII.A2, Selasa 14 Desember 2021

#SelasaBerbagiSMPN3Lingsar

 Pengalaman dan pelajaran hari ini cukup menjadi bahan renungan dan muhasabah diri. Hari ini selasa 14 Desember 2021 jam pertama dan kedua ( 07.30 – 08.30) sesuai jadwal pelajaran saya menjagar di kelas VII.A2. Proses Kegiatan belajar mengajar seperti biasa pembukaan dengan salam dan memberikan motivasi pada peserta didik untuk terus belajar. Selanjutnya kegiatan inti, untuk kegiatan inti hari ini saya tidak menyampaikan materi baru, namun menyuruh peserta didik untuk mengerjakan soal yang ada pada buku paket. Soal tersebut merupakan salah satu soal yang keluar pada saat ulangan beberapa hari yang lalu.

Peserta didik pada kelas VII.A2 pada hari ini hadir semua sebanyak sebelas orang yang terdiri dari lima laki-laki dan enam perempuan. Dari peserta didik tersebut ada yang semangat, ada yang biasa-biasa saja ada pula yang santai dengan dunianya. Meski demikian peserta didik yang semangat tetap mengerjakan, sampai selesai soal nomor satu ( a, b, c, d dan e) dan langsung diantar untuk dikoreksi. Hal ini menjadikan teman-teman ingin juga mengantar tugasnya untuk dikoreksi, apalagi peserta didik yang lain tahu jika Sahrul Ramadan mendapat nilai 100 untuk soal nomor satu. Selanjutnya satu demi satu yang lain maju membawa tugasnya, hingga tersisalah empat orang.

Namun sebelum focus pada empat peserta didik yang belum termotivasi tersebut, saya memberikan sola lanjutan untuk dikrjakan bagi yang sudah, yaitu soal nomor dua. Dan peserta didik sangat semangat karena mereka ingin segera dikoreksi dan mendapatkan nilai 100. Begitu juga denga peserta didik yang belum mengantarkan soal nomor satu ingin segera mengumpulkannya, meski dengan cara menyalin dari pekerjaan temannya. Dan kempat peserta didik tersebut membawa tugasnya untuk diperiksa. Lalu saya bertanya tentang jawaban mereka kenapa jawaban demikian, dan merekapun satu persatu mengambil bukunya lalu Kembali ke tempat duduk masing-masing. Sayapun mengikutinya ke tempat duduknya dan menjelaskan pada mereka maksud saol dan cara mengerjakannya, Ketika mereka paham maka semangat dan motivasinya meningkat. Belpun berbunyi tanda akhir pelajaran dan mereka mampu mengerjakan tiga soal untuk hari ini.

Dari pengalaman tersebut, kami dapat berbagi pengalaman dan kesimpulan yaitu

1.      Jika kita mengajar dalam suasana hati yang fress, semangat peserta didik kita kan semangan dan materi akan tersampaikan walau waktu terbatas.

2.      Apabila memberika tugas atau Latihan jangan lupa untuk ditagih, lalu dikoreksi serta memberikan penilaian dan penghargaan sebagai tanda atas usahanya.

Mari kita manfaatkan wadah yang telah dibuat oleh teman kita untuk saling berbagi dengan niat untuk meningkatkan kompetensi kita sebagai pendidik.

Semoga ini awal yang baik untuk meningkatkan kompetensi dan kebersamaan kita semua, terimakasi karena sudah memberikan tempat untuk berbagi cerita.

Kamis, 25 November 2021

GURU PELITA PENERANG KAHIDUPAN

 

SELAMAT HARI GURU NASIOLAN

Guru, sering dimaknai oleh sebagian besar masyarakat kita adalah orang yang digugu dan ditiru. Sedangkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia guru merupakan orang yang pekerjaannya (mata pencahariannya, profesinya) mengajar. Dan lebih luas guru dimaknai sebagai setiap yang mengajarkan kita tentang suatu hal dapat menyebutnya sebagai guru, karena telah memberikan kita ilmu atau pengetahuan baru.

Perkembangan Ilmu Pengatahuan dan teknologi yang begitu cepat, sebagian orang mengganggap bawah peranan guru sudah tidak terlalu dibutuhkan. Hal ini disebabkan oleh tenologi yang memudahkan setiap orang untuk belajar secara mandiri. Saat ini, semua orang dapat belajar apapun melalui internet, anak-anak sekolah bisa dengan mudah mendapatkan jawaban untuk tugas-tugas sekolah mereka. begitu juga dengan orang-orang melakulan sebuah pekerjaan tanpa harus bertatap muka secara langsung. semua itu membuat peranan guru semakin terpinggirkan munurut sebagian orang.

Namun hal tersebut tidak sangat tidak pas atau tidak sesuai, karena kenyataan yang kita hadapi hari-hari ini ditengah pandemi Covid-19 persanan guru sangat dibutuh oleh semua peserta didik dan orang tua. Berapa banyak orang tua yang stres karena tidak mampu mengajarkan anak-anaknya meskipun didukung oleh teknologi yang canggih. Masih banyak anak-anak yang mendambakan sosok guru yang dapat membimbing, mengarahkan, melatih, menjadi contoh dan teladan bagi mereka. karena bagaimanapun canggihnya teknologi tidak mampu mengajarkan etika dan akhlak untuk para peserta didik, hanya guru yang mampu melakukan itu semua. hal itulah yang membuat peranan guru tidak bisa tergantikan, karena guru itu mendidik bukan hanya mengajarkan sebuah topik pada satu mata pelajaran maka sangan pantas jika guru dikatakan pelita kehidupan.

Menjadi Guru pada abad 21

Menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pada bad 21 ini guru harus mampu untuk menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan yang terjadi. Baik itu perubahan cara belajar, pola pikir perutama pada pola tingkah laku. Untuk itu menjadi guru pada abad 21 ini, setidaknya harus menguasai kompetensi atau yang lebih dikenal dengan istilah kecakapan abad 21. Kompetensi yang dimaksud yaitu kreatif, komunikatif, kolaboratif dan berfikit tingkat tinggi, hal inilah yang harus di asah dan dilatih oleh guru-guru masa kini.

Guru harus kreatif dalam mengelolah dan menggunakan kemajuan teknologi untuk pembelajaran sehingga mampu meningkatkan minat dan semangat peserta didiknya untuk belajar. selain itu guru abad ini dituntut untuk selalui berdiskusi dan berkomunikasi secara intensif dengan sejawatnya, baik itu dalam satu komunitas mata pelajaran maupun lintas mata pelajaran. karena dengan komunikasi tersebut akan ada pengalaman dan pengetahuan baru yang dapat diterapkan pada peserta didik yang diajarkan

Apabilah sudah terjalin komunikasi yang baik dengan sejawat, maka akan melahirkan ide-ide kreatif untuk melakukan kolaborasi dalam proses kegiatan belakar mengajar dikelas. kolabotasi dapat dilakukan dalam satu mata pelajaran dengan membentuk tim teching maupun kolabotasi antara mata pelajaran yang serumpun. jika hal ini mampu kita laksanakan maka peserta didik kita akan termtivasi untuk selalu belajar, karena guru-gurunya mampu berkreasi dalam proses pembelajaran. Dan yang terakhir komptensi yang harus diasah oleh guru masa kini berfiki kritis (berfikit tingkat tinggi)

Tidak ada kata terlambat untuk terus balajar dan menyesuaikan diri. mari terus semangat untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi masa kita. Guru harus lebih dulu mengetahui, mengenal dan menggunakan teknologi sebelum pserta didiknya.

Kamis, 18 Maret 2021

Menyongsong bulan Suci Ramadhan dengan suka cita


oleh : Kusnadin

Program Jum'at Berkah, Edisi jum'at 19 Maret 2021. Program ini tetap berjalan, walaupun pandemi covid-19 melanda daerah, bangsa dan dunia. Kegiatan ini selalu terlaksana dan semua warga sekolah yang muslin mengikutinya. Adapun warga sekolah yang mengikuti kegiatan meliputi pendidik dan tenaga kependidikan, baik laki-laki maupun yang perempuan. kegiatan berlangsung di mushala SMPN 3 lingsar dan dipandu oleh pembina imtaq bapak Lalu Sultanudin, S.Ag.

Adapun susunan acara yang biasa kami lalui yaitu pembukaan, sambutan kepala sekolah, pembacaan surat yaasin, dan pengajian umum. Penyampaian pengajian umum biasanya disampaikan oleh bapak Ust. H. Abidin, SS. Materi yang menjadi bahan diskusi beragam, mulai dari bersuci, shalat, tajwuid dan lain sebagainya. Sedangkan pada edisi jum'at kali ini mengangkat tema menyongsong bulan suci Ramadhan.

Jum'at berkah, edisi 6 Sya'ban 1442 H yang dipandu oleh pembinan Imtaq, mulai dari pembukan dan pembacaan surah yaasin. Bapak Kepala sekolah dalam sambutannya, mengajak untuk selalu meningkatkan iman dan taqwa, karena sebaik-baiknya bekal adalah taqwa. beliua juga memberikan pesan untuk menyambut bulan Ramadhan dengan suka cita. Selaia itu beliau menyampaikan untuk tetap semangat bekerja walaupun bulan Ramadhan dan sedang berpuasa. Hal lain yang beliau sampaikan kita harus melawan godaan iblis dan setan, baik yang tersebunyi maupun setan yang nyata.

Tiga tingkatan puasa

Dalam penyampaikan pengajian umum dengan tema menyongsong bulan suci Ramadhan. Bapak Ust. H. Abidin menyampaikan ada tiga tingatan orang berpuasa. Adapun tiga tingatan tersebut yaitu, pertama puasanya orang awam, puasa khusus dan puasa sangat khusus. Puasa orang awam yaitu puasa sebagaimana yang telah dilaksanakan oleh orang muslin pada umumnya. Pada puasa ini orang masih hanya sebatas pada hanya menahan lapar dan haus dari terbit fajar sampai terbenam matarahari. Dan menahan atau menjaga diri dari hal-hal yang dapat membatalkan puasa secara syariat.

Tingkatan puasa yang kedua yaitu puasa khusus. Puasa Khusus maksdunya yaitu selain menahan lapar, haus dan hal-hal yang membatalkan puasa secara syariat, juga menahan anggota badannya. Menjaga anggota badan meliputi, menjaga pandangan, pendengaran, kaki, tangan dan seluruh anggota badan. Menahan mulut untuk berkata kota atau membicarakan orang lain. Menjaga mata dari pandangan yang dapat menimbulkan syahwat, serta memeliha telinga dari mendengarkan hal-hal yang haram. Puasa khusus ini merupakan puasanya orang-orang shaleh.

Dan tingkatan puasa yang ketiga yaitu puasa sangat atau super khusus. Puasa super khusus merupakan puasa yang paling tinggi tingkatnya, karena selaian menahan lapar, haus dan anggota tubuh dari perbuatan yang dapat membatalkan puasa. Namun juga menjaga hati untuk selalu mengingat Allah SWT dan menahan diri untuk mengurangi atau tidak memikirkan hal duniawi. Standar batalnya puasa bagi mereka sangat tinggi, yaitu apabila terbersit di dalam hati dan pikirannya tentang selain Allah, seperti cenderung memikirkan harta dan kekayaan dunia.

Sambutlah Ramadhan

Dalam mengakhiri penyampaiannya, Ust H. Abidin mengajak untuk belajar, berusaha dan mencoba untuk mencapai tingkatan puasa kedua dan ketiga. Yaitu puasa khusus dengan menahan seluruh anggota tubuh dari segala perbuatan yang dapat membatalkan atau mengurangi pahala puasa. Dan puasa super khusus yaitu menjaga hari untuk selalu beriman, mengingat Allah SWT serta menjaga hati untuk mengurangi memikirkan dunia. Semoga kita diberikan hidayah untuk itu amin.

Marilah kita menyongsong bulan penuh rahmat dan ampunan. Sambutlah bulan penuh rahmat dan ampunan dengan suka cita. Bulan yang selalu dinanti dan ditunggu, bulan yang lebih baik dari seribu bulan. semoga kita sampai pada bulan tersebut yang tinggal duapuluh tiga atau duapuluh empat hari lagi. amiiinn

Rabu, 17 Maret 2021

Jumantara

 


oleh : Kusnadin

Selamat pagi sahabat Cakrawala Blogger Guru Nasional, jumpa lagi pada Kamis Menulis edisi 18 Maret 2021, dengan tema "Jumantara". semangaaaat

Jumantara merupakan kosa kata dalam kamus besar bahasa indonesia (KBBI), namun sangat jarang kita mendengarnya. Menurut KBBI, jumantara merupakan awang-awang; langit; udara, dan saya baru mengetahui hari ini dari KBBI. Semuanya berkat mengikuti grup Cakrawala Blogger Guru Nasional yang selalu memberikan tema-tema yang menantang pada setiap edisi KamisMenulis.

Jumantara di smpn 3 lingsar pagi hari ini begitu bersahabat untuk melakukan aktivitas di luar rumah. Smpn 3 Lingsar terletak di daerah pertanian, dan banyak sawah ynag mengelilinginya. Suasana alam ini memberikan semangat melakukan aktivitas dengan penuh gairah. Salah satunya menyelesaikan tantangan menulis pada program Kamis menulis dari dari sahabat lage. Ruang angkasa Lombok, khususnya di sekitar Smpn 3 lingsar begitu cerah dengan pancaran sinar mentari yang sangat terang. Suasana ini semakin indah, karena banyak sawah yang mengelilingi dengan tamanan padi yang mulai menguking. Pohon-pohon hijau yang memancarkan warna yang indah, semakin indah lagi dengan suara burung yang saling bersahutan.

Menikmati udara sejuk

Suasana semakin terasa nikmat dengan udara yang sangat sejuk, karena kondisi alam masih alami. Udaranya sangat sejuk, karena selain letaknya ditengah persawahan juga sangat dekat dengan bukit dan perkebunan. Pada salah satu bukit yang terletak di sebelah utara sekolah sedang berlangsung proyek pembangunan bendungan. Bendungan tersebut merupakan proyek pembangunan nasional yang akan mengairi perswahan di wilayah lombok barat bahkan sampai wilayah lombok tengah.

Pada pagi hari ini selain awang-awang yang cerah, udaya yang sejuk, langit juga begitu terang. Langit menampakkan warna aslinya tanpa ada awan yang menutupinya, dan burung-burung bernyanyi menari d atas pepohonan. Suasana yang begitu indah, jumantara hari ini sangat bersahabat. Keadaan alam ini tidak menjamin suasana hati dan kesehatan bagi manusia, karena masih ada teman atau sahabat yang kurang sehat. Apalagi kondisi masih dalam suasana Covid-19 yang melanda negara kita termasuk di daerah kami.

Kita hanya bisa berdoa dan berharap, semoga jumantara yang indah pagi ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua. Semoga suasaa langit, udara dan awang-awang pagi memberikan semangat untuk bekerja sepenuh hati. Manjadi obat untuk menyembuhkan penyakit bagi orang-orang yang sedang sakit. amiinn




Mengapa Kurikulum perlu berubah

Kusnadin Kurikulum merupakan s eperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebaga...