Senin, 01 Maret 2021

Memberi contoh atau Menjadi Contoh


Memberi contoh atau Menjadi Contoh

oleh : Kusnadin

Kehidupan pada era digital sekarang ini membutuhkan orang yang menjadi atau memberi contoh, karena kemajuan teknologi membuat orang disekitar lebih banyak belajar dari media sosial. Semua orang bisa menjadi maupun memberikan contoh pada orang lain, karena setiap orang memiliki cara berfikir dan berprilaku yang berbeda. Demikian juga orang-orang di sekitar membutuhkan orang yang menjadi contoh atau memberikan contoh dalam kahidupan di eradigital. Sehingga, sangat memerlukan orang-orang menjadi contoh atau memberi contoh, untuk menjalani kehidupan sesuai dengan atauran maupun norma-norma dalam masyarakat.

Untuk menjalakani proses kehidupan sesuai dengan norma dalam masyarakat, perlu menjadi contoh atau memberi contoh yang sesuai aturan maupun yang tidak sesuai dengan norma yang berlaku. Orang tua bisa memberikan contoh kepada anak-anak, seperti apa bisa mereka lakukan dan yang tidak boleh mereka kerjakan. Selain itu orang tua juga dapat menjadi contoh bagaimana berkata-kata yang baik dan sopan. Orang Tua juga bisa menjadi contoh bagaimana bersikap terhadap yang orang sebaya maupun orang lebih tua.

Trik Memberi contoh atau Menjadi contoh

Demikian juga dengan para guru dan pemimpin-pemimpin pada suatu perusahaan. Guru bisa memceri contoh dengan menceritakan kisah-kisah yang para nabi, kisah para pahlawan maupun orang-orang yang menjadi panutan. Selain itu guru bisa memberi contoh dengan menyampaikan kisah-kisah sukses guru-guru berprestasi atau siswa-siswa yang berprestasi. Seorang pemimpin memberi contoh dengan menceritakan kisah sukses pimpinan atau menejer dalam sebuah perusahaan.

Selain memberikan contoh kita juga bisa menjadi untuk orang-orang di sekitar kita, sebab menjadi contoh lebih baik daripada memberikan contoh melalui kisah atau cerita sukses orang lain. Supaya dapat menjadi contoh kita harus memiliki sikap yang sesuai dengan norma dan aturan yang berlaku, selain itu kesesuaian antara kata-kata dan perbuatan juga mempengaruhi kita untuk menjadi contoh. Selanjutnya agar menjadi contoh kita harus melaksanakan terlebih dahulu, sebelum menyampaikan kepada orang lain.

baca juga https://kusgurusmp3lingsar.blogspot.com/2021/02/bukan-takut-tapi-segan.html

Jadilah contoh jangan beri contoh

Orang tua melaksanakan shalat lebih awal supaya menjadi contoh bagi istri dan anak-anaknya. Guru harus berpakain rapi agar menjadi contoh bagi anak-anak didiknya, selain itu guru harus tetap belajar sehingga menjadi contoh bagi peserta didiknya untuk terus belajar. Pemimpin hadir lebih awal agar menjadi contoh bagi bawahannya, disamping itu harus memberikan perlindungan bagi orang-orang dipimpinya. Semua orang dapat menjadi contoh, asalkan dia mampu menyatukan ucapan dan perbuatannya, menjaga diri dari perbuatan yang melanggar aturan dan norma yang berlaku dalam kehidupan.

Dalam memberikan contoh maupun menjadi contoh, pasti memiliki kendala dan tantangan. Namun bukan hidup namanya jika tidak mengandung tantangan dan kendala. Saat memberikan contoh petani sukses orang mengatakan dia aja belum sukses. Dan ketika menceritakan sejarah guru berprestasi orang berkata dia saja tidak berprestasi. Hal yang serupa juga akan terjadi ketika kita menajdi contoh, maka orang-orang akan mengatakan sudahkan anda melakukanya.

Memberi contoh dalam kehidupan ini lebih kepada menyampaikan pendapat atau kisah, sedangkan menjadi contoh menuntut kita untuk melakukan lebih dahulu sebelum kita menyampaiaknnya. Menjadi contoh mengkin lebih dekat maknanya dengan teladan. Teladan merupakan sesuatu yang patut ditiru atau baik untuk dicontoh (tentang perbuatan, kelakuan, sifat, dan sebagainya).

Untuk itu, marilah kita lebih banyak menjadi contoh bagi orang-orang di sekitar dari pada memberi contoh. Pada era sekrang ini sangat memerlukan orang yang menjadi contoh atau teladan dalam proses kehidupan yang serba instan. Sebab pola pikir orang-orang saat ini semua ingin yang cepat dengan hasil maksimal, selain itu orang sekarang menginginkan jawaban dari semua pertanyaannya, dan jawaban paling tepat adalah menajdi contoh.

Rabu, 24 Februari 2021

Cerita Masa Kecil

 



Cerita Masa Kecil

oleh : Kusnadin

Lahir dari keluarga petani, menikmati sayuran meruapkan hal yang biasa. Ada berbagai jenis sayur-sayuran yang manjadi tanaman wajib, antara lain kelor, kacang panjang, jagung dan timun. Ada berbagai jenis sayur-sayuran tersebut, ada yang biasa memakannya secara langsung secara mencah seperti kacang panjang dan timun. Bisa memasaknya secara menjadi sayur asam atau sayur bening. Dan bisa juga memasaknya secara terpisah sesuai selera masing-masing.

Makan sayur-sayuran hijau beberapa tahun yang lalu merupakan kebiasaan orang-orang di wilayah pegunungan. Karena di daerah tersebut, sayuran hijau mudah untuk mendapatkannya. Seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan banyaknya penelitian, semakin banyak orang memakan sayuran. Kerana sayur-sayuran memiliki banyak mafaat

Untuk telur memakan telur sangat langka, karena harus mempunya ayam, bebek atau itik. Dan yang memiliki ayam, itik, dan bebek juga tidak berarti terus menerus makan telur. Karena lebih memilih untuk mengaremkan supaya perkembangbiakan. Orang-orang yang makan telur itu, lebih banyak orang yang memiliki tingkat ekonomi lebih untuk membelinya. Sedangkan memakan sayur-sayuran itu identik dengan orang-orang ekonomi lemah. Dan dalam kondisi ini sebagian besar pada orang-orang yang bermata pencaharian petani.

Manfaat sayuran hijau

Kini sayur-sayuran hijau menjadi idola orang-orang yang hidup di kota. Ada beberapa alasan kenapa orang-orang kota sekarang lebih banyak yang memakan sayur-sayuran hijau. Karena berdasarkan beberapa pendapat para ahli, sayuran hijau, seperti kacang panjang, dan timun memiliki banyak manfaat. Adapun manfaat kacang panjang yaitu, memelihara kesehatan mata, menjaga kesehatan jantung, mencegah penyakit kanker dan banyak lagi yang lain. Manfaat timun antara lain, kesehatan kulit dan rambut, mengontrol kadar gula, melawan kanker serta masih banyak manfaat lainnya.

Adapun untuk menikmati sayur-sayuran seperti kacang panjang, jagung dan timun dulu banyak di daerah-daerah pertanian. Sekarang untuk menikmatinya bisa rumah makan, restauran atau lesehan-lesehan di kota besar. Dan di tempat-tempat tersebut anda bisa memesan sayur bening dari kacang panjang, sayur bening jagung, atau sayur bening jagung campur kacang panjang. Selain itu, jagung dan kacang panjang bisa memasaknya menjadi sayur asam atau sayur pedas panas. Sekaligus bisa menikamti sambal timun dan telur gorengnya.

Menikmati sayur-sayuran hijau mengingatkan kembali pada masa kecil. Gambar tersebut membuka kembali memori masa kecil di kampung halaman. Tempat yang menghasilkan sayur-sayuran hijau, seperti kelor, jagung, labu, kacang panjang dan lain sebagainya. Semoga lahan pertanian tetap terjaga kesuburanya. Dan para petani kita selalu sehat untuk tetap mengahasilkan hasil pertanian yang berkualitas. Sehingga kita dan generasi selanjutnya selalu sehat untuk kemajuan kita bersama.






Minggu, 21 Februari 2021

Bukan Takut, Tapi Segan

 


Bukan Takut, Tapi Segan
oleh : Kusnadin


Berdasarkan KBBI, segan dapat di artika merasa malu (takut, dan hormat) kepada (orang tua/guru, dll). Sedangkan takut bermakna merasa gentar (ngeri) menghadapi sesuatu yang dianggap akan mendatangkan bencana.

Hidup pada zaman yang hampir semua menggunakan teknologi sekarang ini. Masa dimana semua hal dapat kita ketahui hanya lewat Handphone. Semua bisa kita pelajari hanya dengan menggunakan Android. Hal ini membuat hubungan sosial dalam masyarakat cenderung indivual dan egois. Sehingga semakin pudar rasa saling menghargai, menghormati, maupun segan terhadap orang yang lebih atau sesama. Sekarang lebih banyak orang yang ditakuti, daripada yang disegani.

Realita hidup kita pada zaman android orang lebih banyak yang ditakuti daripada yang disegani. Apabila kita ingin disegani oleh anggota keluarga, maka kita harus bisa membangun rasa saling menghormati hak dan kewajiban antara anggota keluraga. Hal ini bisa tercipta, jika kita mampu menjadi teladan dengan sesuaikan ucapan dan perbuatan. Selanjutnya membiasakan diri mengucapkan terimakasih terhadap anggota kelurga yang telah membantu sekecil apapun. Selain itu berusaha untuk selalu meminta maaf apabila kita melakukan hal yang tidak sesuai atau salah. Hal ini sangat berat kita lakukan, jika kita tidak terbiasa terutama terhadap anak-anak dan anggota kelurga yang kebih kecil.

Sebagai seorang pendidik, kita juga bisa melakukan hal yang sama untuk membuat anak segan dan menghormati kita. Jika menyuruh anak untuk berpakaian rapi, maka kita harus manjadi contoh untuk tampil rapi. Apabila kita memerintahkan anak untuk rajin, maka kita harus menjadi teladan dalam hal rajin. Seandainya kita melekukan kekeliruan baik itu menjelaskan materi atau hal lainnya, maka jangan ragu-ragu untuk meminta maaf. Selanjutnya biasanya mengucapkan terimakasih terhadap anak yang telah menghapus papan, atau mengangkat sampah. Apabila kita mampu melakukannya, maka anak akan belajar untuk menghargai dan dengan msendirinya rasa segan itu akan tertanam.

Sebaliknya untuk membuat anak dan orang-orang disekitar takut, maka kita bisa dengan cara memasang muka yang serius, berbicara dengan suara keras dan kasar. Rasa takut itu muncul ketika barang atau benda yang ditakuti itu ada didekat kita. Apabila anak atau peserta didik takut pada kita, maka mereka akan patuh hanya ketika kita ada didekatnya. Sebaliknya ketika kita tidak di dekatnya, mereka tidak taat terhadap apa yang kita perintahkan.

Untuk itu, marilah marilah kita menumbuhkan rasa menghargai, menghormati sesama supaya kita disegani. Karena era digital ini, hanya rasa yang tidak bisa anak-anak atau peserta didik pelajari melalui android. Kita hidup kembali rasa peduli sesama, menghargai dan menghormati yang tua dan mencintai dan mengasihi yang muda. Dengan demikian akan lahir rasa segan dalam diri generasi muda untuk dirinya, keluarga dan masyarakat Indonesia yang lebih baik.💪💪💪


 


Rabu, 17 Februari 2021

Bahadur dalam hidup kita yang adalah orang tua

Tantangan Kamis Menulis
18 Februari 2021 
"Bahadur"
Oleh : kusnadin


Tantangan Kamis Menulis
18 Februari 2021
"Bahadur"
Oleh : kusnadin

Bahadur menurut KBBI mempunya makna pahlawan; satria dan gagah berani, dan bahadur yang utama dalam hidup saya adalah kedua orang tua.
Ayah merupakan sosok satria yang gagah berani dalam keluarga, sedangkan Ibu adalah pahlawan dalam rumah tangga. Maka sangat pantas jika orang tua kita jadikan bahadur dalam hidup kita masing-masing.

Setiap keluarga mempunya kisah perjalanan yang berbeda-beda, begitu juga dengan anak-anak memiliki cerita masing-masing tentang perjuangan kedua orang tuanya. Orang tua yang bermata pencaharian sebagai petani, akan berbeda ceritanya dengan orang tua yang menajdi pedagang. Demikian juga dengan orang tua yang bekerja sebagai pengusaha tentu memeiliki kisah perjuangan yang berlainan dengan orang tua yang penjadi pendidik. Orang tua merupakan sosok Ayah dan Ibu yang pantas disebut sebagai bahadur dalam hidup, karena dari ayah dan ibu kita melakukan proses pejalaran yang pertaman dan utama.

baca juah https://kusgurusmp3lingsar.blogspot.com/2021/02/cerita-masa-kecil-oleh-kusnadin-lahir.html

Orang Tua Pahlawanku

Ayah merupakan sosok Bahadur dalam hidup yang gagah berani dalam keluarga. Figur ayah selalu jadi panutan dan tauladan dalam keluarga. Karena dari ayah kita belajar kerja keras, tidak putus asa dan menjadi pejuang sejati. Dari seorang ayah kita belajar mencintai keluarga, dan tanggung jawab. Selain itu ayah juga mengajarkan bagaimana dia melindungi anggota keluraganya dari segala bahaya dan bencana yang akan menimpa keluarganya.

Ayah siap melakukan apapun untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, oleh karena ia rela pergi pagi pulang malam demi memenuhi kebutuhan keluarganya. Ia tidak pernah putus asa berusaha mencari rezeki untuk menafkahi istri dan anak-anaknya. Ia juga selalu melindungi anggota keluarganya dari segala gangguan dan bahaya yang akan menimpa. Hal itu menunjukan betapa seorang ayah mencintai kelurganya.

Selain Ayah ada sosok Ibu yang menjadi bahadur dalam hidup rumah tangga. Ibu bersusah payah dalam mengandung selama sembilan bulan, selain itu beliau juga berjuang antara hidup dan mati untuk melahirkan kita ke dunia. Ia selalu bangun lebih pagi untuk menyiapkan kebutuhan suami yang akan mencari nafkah, serta kebutuhan anak-anak yang akan sekolah. Beliau mampu melakukan beberapa pekerjaan dalam waktu yang samaan, memasak sambil manjaga anaknya, menyuci sekaligus memandikan anak-anaknya.

Marilah kita mengingat kembali perjuangan kedua orang tua kita, yaitu ayah yang berjuang untuk memenuhi segala kebutuhan dan ibu menyiapkan segala kebutuhan hidup setiap hari. Apabila hari ini sosok Ayah dan Ibu kita masih ada, maka kita berdoa semoga Allah SWT memberi umur yang panjang, serta selalu sehat. Dan jika orang tua telah meninggal dunia, maka jangan lupa untuk selalu kirimkan doa supaya mereka mendapatkan kenkmatan kubur serta dijauhkan dari segala siksaan di alam kubur. Aamiiin!!!



Mengapa Kurikulum perlu berubah

Kusnadin Kurikulum merupakan s eperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebaga...