Selasa, 16 Februari 2021

Ciptakan Pelangi atas warnamu yang beragam




oleh : Kusnadin

Rabu,17 Februari 2021


Pelangi tersusun dari beberapa warna yang berbeda, bukan tercipta satu warna. Adapun warna yang membentuk susunan indah itu adalah merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila dan ungu. Pelangi nampak sangat indah karena tersusun dari macam-macam warna dalam irama barisan yang teratur rapi. Setiap warna menempati posisi masing-masing dengan ukuran panjang sama dan lebar yang sama pula. Kehadirannya secara bersama-sama, demikian juga ketika warna merah belok ke kanan semua warna ikut seakan-akan ada komando untuk selalu bersama dan seirama. Semua yang tercipta di alam ini tersirat pelajaran yang luar biasa, supaya kita bersyukur atas nikmatNya. Maka, nikmat tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan.

Menciptakan Pelangi dalam kehidupan


Jika kita memperhatikan dan mengamati secara seksama pelangi mengandung pelajaran yang luar biasa. Untuk membuat kehidupan di zaman sekarang ini seindah pelangi, maka kita dapat melakukan beberapa hal antara lain. Pertama kita dapat mengambil pelajaran yaitu, tidak pernah mengambil posisi atau tempat orang lain sesuai tugas pokok dan fungsi kita dalam kehidupan. Dalam keluarga masing-masing anggota keluarga memiliki kedudukan dan tugas yang berbeda. Demikian juga dalam masyarakat dan lingkungan pekerjaaan, setiap orang memiliki tugas serta fungsi masing-masing.

Seorang guru silahkan melaksanakan tugas mengajarnya dengan profesional. Para Pengusaha biar mereka melakukan proses usahanya dengan kejujurannya. Pendakwah memberikan pencerahan bagaimana melaksnakan norma, aturan, hak dan kewajiban dalam kitab suci kita masing-masing. Begitu juga dengan profesi-profesi yang lain menjalankan tupoksinya masing-masing. Jika hal ini kita melaksanakannya, maka pasti akan tercipta keindahan layaknya pelangi. Perhatikanlah ketika pelangi muncul hari ini susunan warnanya akan tetap sama ketika dia hadir besok, lusa, dan seterusnya. Tidak pernah berganti susunan atau mengambil posisi warna lain atau ukuranya melebihi dari warna yang lainya.

Pelajaran yang kedua dari pelangi adalah perlunya team yang kompak dalam sebuah organisasi. Dalam sebuah team tidak harus memiliki kemampuan yang sama, namun membutuhkan anggota yang kompak atau sepaham (sehati) dalam menjalankan sebuah tugas dengan baik. Latar belakang pendidikan, kemampuan, asal usul tidak perlu sama, tetapi memerlukan kesamaan konsep dan tujuan yang sama untuk dicapai. Umur bisa saja terpaut jauh, warna kulit boleh saja berbeda, namun memiliki keinginan dan harapan yang sama untuk kita raih. Semua perbedaan latar belakang, kemampuan, pengetahuan, umur, asal usul jika kita memiliki satu tujuan, kesamaan konsep, maka akan melahirkan keindahan seperti pelangi. Pelangi terlihat sangat indah dan menawan karena tersusun dari warna yang berbedaan tidak terbentuk dari satu warna saja.

bacaj juga https://terbitkanbukugratis.id/wp-admin/post.php?post=23050&action=edit&classic-editor

Buatlah Hidup seindah pelangi

Ciptakan pelangi dalam kehidupan ini supaya terpancar keindahan atas perbedaan yang kita miliki. Belum terlambat bagi kita untuk kembali fokus pada tugas pokok dan fungsi kita masing-masing, sesuai dengan posisi kita dalam keluarga, lingkungan pekerjaan maupun masyarakat berbangsa dan bernegara. Selain itu, untuk menciptakan keindahan layaknya pelangi atas perbedaan yang kita miliki, yaitu saling menghormati hak dan kewajiban masing-masing. Semoga kita bisa menciptakan keindahan dan kedamaian. Marilah fokus pada tujuan, harapan dan keinginan secara pribadi maupun kelompok. Terakhir mari kita ciptakan pelangi di keluarga, dan masyarakat untuk Indonesia maju.


Senin, 15 Februari 2021

Romantika Hidup


Romantika Hidup

oleh :

kusnadin

Selasa, 16 Februari 2021


Dalam hidup ini kita selalu dihadapkan oleh dua hal yang selalu bertolak belakang. Dua hal ini selalu datang silih berganti dan mustahil akan hadir bersamaan dalam satu waktu. Yaitu siang dan malam, susah dan senang, untung dan rugi, tawa dan tangis, serta banyak lagi yang lainnya.

Setiap manusia pasti dan pasti pernah mengalami hal-hal tersebut. Ketika kita memulai aktivitas dengan penuh semangat, belum tentu semnagat itu sampai akhir. Saat seseorang mengalami kerugian dalam berdagang, mungkin besok ia akan mendapatkan keuntungan. Pada saat kita menjemput pagi yakin dan percayalah dalam beberapa jam kemudian akan berganti malam.

Dua keadaan yang selalu silih berganti datang dan tidak pernah abadi. Hari ini kita tertawa dengan penuh riangnya, siapa tahu besok tangis kesedihan sedang menanti. Sekarang kita berjumpa dengan teman dan sahabat, tidak ada yang dapat memastikan hal itu akan terulang besok. 

Dua perkara yang akan selalu kita alami dan hadapi, dan tidak selalu sesuai harapan kita. Apabila harapan yang kita inginkan berbeda dengan apa yang kita alami inilah yang dinamakan masalah. Lalu bagaimana kita menghadapi dua hal yang selalu mengintai kita dan selalu bertolak belakang. 

Sebagai manusia yang memiliki keimanan kepada Allah SWT, tuhan yang Maha Esa. Tentu saja hal yang pertama adalah yakin bahwa kita alami dalam hidup merupakan ketentuan Allah SWT. Karena semua yang terjadi dalam hidup ini merupakan ketentuan Allah SWT setelah kita berusaha dan berikhtiah sesuai kemampuan kita masing-masing. 

Adapun yang kedua, kita harus selalu mempersiapkan diri untuk menghadapi dua hal yang selalu berlawanan tersebut. Dengan cara menanamkan dalam hati kita bahwa ketika mengalami kesusahan yakin dan percaya setelah itu akan hadir kebahagiaan. Dengan demikian kita akan  menjalani dan menikmati kesusahan dengan sabar, kerena kebahagiaan telah menanti disana. Ketika kita mendapatkan keuntungan jangalah terlalu bersenag gembira. Perbanyaklah merenung dalam hati, sebab bukan tidak mungkin setelah itu kerugian sedang menunggu. Begitulah jalan yang kita tempuh, semua membutuhkan hati dan jiwa yang selalu siap menhadapinya. 

Tidak ada diantara kita yang hidupnya selalu bahagia, sebalik tidak mungkin seseorang hidupnya penuh dengan kesusahan. Setiap manusia pasti perna merasakan pahitnya susah, demikian juga semua kita pernah menikmati manisnya kehabigiaan. Seorang bapak pasti pernah merasa paling bahagia ketika kelahiran anak yang telah lama dinantikannya. Sebailiknya pernah mengalami penderitaan manakala anak atau anggota keluragaan mengalami musibah. Pengusaha juga melewati masa-masa sulit ketika merintis usahanya kemudian dia menikmati hasilnya dengan penuh kebahagiaan setelah menjalini semua ujiannya.

Maka, marilah kita menikamti proses hidup kita masing-masing sesuai dengan bidang dan keahlian yang dimiliki. Jalani semua prosesnya sebagai ujian dan pelajaran sebagai bahan refleksi dikemudian hari. Syukri apapun yang kita capai dari proses yang sudah kita jalani karena tidak ada yang abadi di dunia ini. 💪💪💪

Minggu, 14 Februari 2021

Membaca segala ciptaan dalam kehidupan

 

oleh : kusandin

Senin, 15 Februari 2021

Perintah yang pertama adalah iqra (bacalah). Bagaimana kita membaca sementara belum mengenal huruf ataupun angka. Kita mulai membaca dengan mengenal lingkungan dan alam sekitar kita. Anak mulai mengenal lingkungan dengan belajar memanggil, ayah atau bapak, ibu atau mama. Ketika baru lahir Ibu memberikan kita asi, karena belum mampu mengunyah dan mencerna nasi. Seiring berjalannya waktu usia bertambah, kemampuan untuk mengenal, mencerna, dan lainnya juga bertambah. Semuanya ini mengandung pelajaran yang perlu kita baca.

Ketika memamsuki usia balita kita belajar duduk, merangka, dan akhirnya bisa jalan dan berlari. Bersamaan dengan itu mulai belajar bernyanyi meski ucapan belum sesuai dengan hurufnya. Saat belajar berduduk, merangka dan berjalan semua itu tidak langsung fasih. Adakalanya tersungkur, terpleset dan terjatuh, namun semuanya tidak membuat kita patah semangat. Setiap hari kita terus belajar, berusaha hingga akhirnya bisa berlari secara kencang. Proses itu semua mengandung pelajaran bagi orang-orang berfikir.

Belajar pada usia sekolah

Proses belajar bukan hanya memcaba teks, tetapi mengamati juga merpakan membaca apa yang tertulis di alam sekitar. Menginjak usia sekolah mulai mengenal lingkungan yang lebih luas dan pelajaran makin tinggi. Kita akan belajar bagaimana menjadi murid yang baik. Selain itu kita juga akan mengenal sosok orang tua di sekolah dengan gaya dan cara yang berbeda dalam mengajar dan mendidik kita. Kita mengenal teman-teman satu kelas maupun kelas yang berbeda.

Sejak lahir sampai masusuki usia dua belas atau tiga belas tahun kita hanya mampu membaca apa yang tertulis. Itu artinya kita hanya mampu membaca atau mengerti apa yang tertulis. Kita mulai bisa membaca ketika memasuki sekolah dasar bahkan pada zaman kami sekolah (tahun 90an) itu belajar membaca pada kelas dua sekolah dasar. Berbeda dengan sekolah zaman sekarang anak masuk sekolah dasar akan harus baca, tulis dan berhitung (calistung).

Menginjak usia remaja mulai dapat membaca maksa yang tersirat dan membaca bahasa tubuh. Dengan rasa penasaran tersebut membuat ingin mencoba semua, melalui percobaan-percobaan tersebut membuat kita paham makna yang tersirat. Seiring dengan bartambahnya usia dan semakin tingginya tingkat pendidikan, maka semakin meningkat pula kemampuan memahami. Namun tidak semua orang mampu membaca makna yang tersirat dari proses kehidupan ini.

Membaca dari Pengalaman Hidup

Kami mencoba menulis berdasarkan pengalaman hidup kami. Pertama, dalam kehidupan ini semua membutuhkan proses. Tidak ada manusia lahir langsung bisa lari atau bayi lahir langsung minta makan nasi. Proses itu butuh waktu, begitu juga dengan kemampuan kita dalam memahami sesuatu memerlukan waktu. Dan setiap orang memerlukan waktu yang berbeda dalam memahami satu hal yang sama.

Kedua hidup itu perjuangan. Ketika kita belajar berjalan, adakalanya kita terjatuh dan bangun lagi. Hal itu kita lakukan berulang-ulang, bahkan berhari-hari hingga akhirnya kita berlari. Saat kita belajar naik sepeda, kadang terjatuh, menabrak pagar dan lainnya. Namun kita tetap mencoba dan mengulaninya terus menerus. Memasuki sekolah dasar tidak bosan untuk mengulang-ulang mengenal huruf, merangkai huruf menjadi kata, kata menjadi kalimat sampai akhirnya lancar membaca. Kita tetap semangat mengenal angka, mencoba menjumlahkan, mengurangi dan menghafal perkalian.

Ketiga setiap manusia memiliki kemampuan membaca yang berbeda. Ada manusia yang kemampuan membacanya lebih cepat dari pada memahami angka. Namun ada juga manusia yang kemampuan angka (numerasi) lebih cepat dari kemampuan berbahasa. Oleh sebab itu, kita tidak bisa memaksakan seseorang untuk memiliki kemampuan sama dengan manusia yang lainnya. Karena tingat kemampun setiap orang berbeda dalam membaca dan mehami sesuatu.

Oleh sebab itu marilah kita membaca, belajarlah untuk mengerti serta berusahalah untuk memahami yang ada di sekitar kita. Jika kita mampu membaca, mengerti dan memahami bahwa semua ciptaan ini pasti ada manfaatnyadan hikmahnya. Apabila kita mampu membaca, mengerti dan memahami lingkungan maka akan tercipta kedamaian. Semoga kita semua selalu memiliki kemampuan untuk mengerti dan memahami apa yang kita baca.


Rabu, 10 Februari 2021

Terima, sadari, perbaiki

Terima, sadari, perbaiki

oleh : 
Kusnadin


Tema menulis edisi kamis, 11 Februari 2021 Terima, Sadari, Perbaiki. Tiga kata yang sangat simple namun penuh makna. Saya mencoba memaknai tiga kata tersebut menurut pribadi saya.

Terima

Sebagai manusia yang memiliki bentuk, ukuran dan warna berbeda secara fisik. Berdasarkan ukuran tubuh ada yang memiliki tubuh besar, sedang dan kecil. Adapun berdasarkan warna kulit putih, coklat, dan hitam, akan tetapi perbedaan warna membuat kita saling menghina dan membenci. Berdasarkan wataknya ada yang keras, dan lembut, walaupun begitu kita harus saling menjaga dan saling menghormati. Dan secara sosial budaya memikili budaya dan adat istiadat, meski demikian, terimalah dan syukurilah apa yang ada dalam diri kita sebagai rahmat yang tidak di miliki orang lain.

Hal yang utama dalam kehidupan, menerima segala kekurangan dalam diri masing-masing, meskipun itu neruapakn sangat sulit dan berat melakukannya. Sekaligus menyukuri semua kelebihan yang kita miliki, tentu saja dengan begitu akan membuat kualitas diri semakin baik. Adapun menerima kelebihan tidak seberat untuk menerima kekurangan yang ada dalam diri kita. Untuk itu perlu kesadaran yang tinggi, supaya menjaga dan memelihara diri kita masing-masing, oleh sebab itu terimalah semua yang ada sebagai karunia terindah yang kita miliki.

Sadari

Sadar pada segala kekurangan dan kelebihan yang ada dalam diri itu penting. Setiap yang akan melakukan ujian harus membekali diri dengan belajar. Ujian untuk menulis harus sering-sering membaca. Jika ingin naik kelas atau tingkat harus melewati ujian, untuk lulus ujian harus belajar. Dengan demikian jika ingin meraih kesuksesan harus melalui belajar.

Menyadari bahwa untuk mendapatkan yang kita harapkan harus dengan usaha yang sungguh-sungguh. Dan setiap usaha itu pasti ada tantang dan cobaan yang menghadang, oleh sebab itu memerlukan kesabaran dan soulsi yang tepat. Dengan demikian kita akan berusaha untuk memperbaiki kekurang-kekurangan yang ada

Perbaiki

Perbaiki, orang yang selalu belajar pasti akan berusaha untuk memperbaiki. Perlu menyadari bahwa tidak semua hal kita dapat merubahnya dengan belajar, karena ada hal-hal yang kita tidak mampu merubanya walaupun dengan belajar. Ada hal-hal yang tidak bisa kita rubah seperti rezeki, jodoh dan maut, naman kita dapat beruhsaha untuk merubanya walaupun kemungkinannya kecil. Semua itu terdapat pelajaran yang menjadi hikmah untuk memperbaiki dan mengintrospeksi diri. Untuk itu, tidak ada kata atau istilah terlambat untu memperbaiki diri kita masing-masing.

Mengapa Kurikulum perlu berubah

Kusnadin Kurikulum merupakan s eperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebaga...