Terima, sadari, perbaiki
Terima
Sebagai manusia yang memiliki bentuk, ukuran dan warna berbeda secara fisik. Berdasarkan ukuran tubuh ada yang memiliki tubuh besar, sedang dan kecil. Adapun berdasarkan warna kulit putih, coklat, dan hitam, akan tetapi perbedaan warna membuat kita saling menghina dan membenci. Berdasarkan wataknya ada yang keras, dan lembut, walaupun begitu kita harus saling menjaga dan saling menghormati. Dan secara sosial budaya memikili budaya dan adat istiadat, meski demikian, terimalah dan syukurilah apa yang ada dalam diri kita sebagai rahmat yang tidak di miliki orang lain.
Hal yang utama dalam kehidupan, menerima segala kekurangan dalam diri masing-masing, meskipun itu neruapakn sangat sulit dan berat melakukannya. Sekaligus menyukuri semua kelebihan yang kita miliki, tentu saja dengan begitu akan membuat kualitas diri semakin baik. Adapun menerima kelebihan tidak seberat untuk menerima kekurangan yang ada dalam diri kita. Untuk itu perlu kesadaran yang tinggi, supaya menjaga dan memelihara diri kita masing-masing, oleh sebab itu terimalah semua yang ada sebagai karunia terindah yang kita miliki.
Sadari
Sadar pada segala kekurangan dan kelebihan yang ada dalam diri itu penting. Setiap yang akan melakukan ujian harus membekali diri dengan belajar. Ujian untuk menulis harus sering-sering membaca. Jika ingin naik kelas atau tingkat harus melewati ujian, untuk lulus ujian harus belajar. Dengan demikian jika ingin meraih kesuksesan harus melalui belajar.
Menyadari bahwa untuk mendapatkan yang kita harapkan harus dengan usaha yang sungguh-sungguh. Dan setiap usaha itu pasti ada tantang dan cobaan yang menghadang, oleh sebab itu memerlukan kesabaran dan soulsi yang tepat. Dengan demikian kita akan berusaha untuk memperbaiki kekurang-kekurangan yang ada
Perbaiki
Perbaiki, orang yang selalu belajar pasti akan berusaha untuk memperbaiki. Perlu menyadari bahwa tidak semua hal kita dapat merubahnya dengan belajar, karena ada hal-hal yang kita tidak mampu merubanya walaupun dengan belajar. Ada hal-hal yang tidak bisa kita rubah seperti rezeki, jodoh dan maut, naman kita dapat beruhsaha untuk merubanya walaupun kemungkinannya kecil. Semua itu terdapat pelajaran yang menjadi hikmah untuk memperbaiki dan mengintrospeksi diri. Untuk itu, tidak ada kata atau istilah terlambat untu memperbaiki diri kita masing-masing.






